Inspirasi,  Motivasi Milenial,  Uncategorized

Benarkah Milenial Adalah Generasi Pemalas?

Aku tidak tahu apakah ini benar atau tidak. Tapi setidaknya sebagai generasi milenial yang dilahirkan di tahun 1990-an ini, aku merasakannya. MALAS! Apakah kalian juga? Pernahkan kalian merasa malas melakukan apapun tetapi ingin semuanya tersedia.

Dulu vs Sekarang

Sebagai perbandingan, seringkali kita melihat ibu di rumah yang cekatan melakukan berbagai kebutuhan rumah mulai dari bangun pagi, menyiapkan makanan, mengurus anak-anak, masak untuk makan siang, mencuci pakaian, dll. Sementara kita terkadang lebih memilih pesan makanan online ketimbang mengolah bahan-bahan masakan di kulkas.

Melihat ayah yang selepas pulang bekerja masih sempat memperbaiki atap rumah yang bocor, membersihkan rumput liar dibelakang rumah, atau sigap menampung air kalau hujan, sementara kita lebih senang menarik selimut menikmati dingin sambil menatap layar smartphone.

 

Generasi Malas ala Milenial

Memang, tidak selamanya kita merasa malas. Pada momen tertentu kita merasa produktif dengan melakukan berbagai aktivitas. Namun ketika kita sedang berhenti sejenak, adakala terasa berat untuk memulai kembali. Adakala bantal dan selimut terlihat seperti sahabat terbaik yang siap memeluk kita. Adakalanya HP dan colokan listrik menjadi pembunuh kesepian yang manjur meski ternyata semuanya adalah semu.

Adakalanya drama korea 20 episode sanggup diselesaikan dalam satu hari daripada menulis 10 lembar laporan praktikum kuliah. Terkadang copy paste artikel jurnal di internet lebih menarik daripada mengetik ulang dari buku. Malas…malas….malas…

benarkah milenial malas ?

Kita seringkali menginginkan kehidupan orang lain seperti yang terlihat di dunia maya. Seolah-olah ketika layar hp dimatikan, semua keadaan berubah menjadi yang kita inginkan. Namun ternyata tak seindah itu, Elizabeth. Kita tetap begitu-begitu saja. Tergeletak di sudut kasur sembari menatap layar hp, perut lapar, mau makan tapi malas masak, dan mati lampu karena token listrik habis. Sungguh sebuah ironi.

Di sudut lain, ada sekelompok anak muda yang berenergi positif, penuh gairah dan memiliki visi masa depan sedang membangun sesuatu. Mereka berlomba-lomba mengukir prestasi, menemukan hal baru, memanfaatkan teknologi untuk membangun sesuatu yang bermanfaat.

Ini adalah era kita, teman-teman. Jika sebagian dari kita adalah pemalas, sementara sebagian lain adalah pekerja keras, maka kita tak bisa menyimpulkan bahwa semuanya adalah pemalas. Seringkali kita hanya terjebak pada lingkungan yang kurang mendukung, pertemanan yang salah, atau mungkin memang tidak punya tujuan hidup yang lebih besar dari sekedar scrolling laman explore instagram.

Inilah saat nya untuk bangkit!

Tetapi mengapa kamu masih saja terpaku membaca artikel ini?

Mengapaaa??

Ayo bangkit! Selesaikan tugas kamu!

 

Ketika kamu telah memulai sesuatu hal, jangan kasih kendor! Gasssss terosss! Karena ketika kita terus mengayuh pedal sepeda, maka itu artinya kita terus berjalan. Namun ketika kita berhenti mengayuh, maka kita berhenti berjalan.

SEMANGAT!!!

Baca juga : Waduh, Milenial Mulai Kecanduan Game !

#maritarikselimutlagi

Vivien Anjadi Suwito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *