Event,  Uncategorized

Pandemi Melibas Ekonomi

Masih jelas terbayang di pikiranku. Awal Maret adalah hari-hari yang begitu sibuk. Bagaimana tidak? Selama 2 minggu penuh, aku mendapat orderan jasa MC untuk berbagai acara. Full. Tiada hari tanpa kegiatan ngemsi. Alhamdulillah sekali atas nikmat rezeki dari-Mu ya Allah. Saking penuh jadwal setiap hari, aku bahkan pusing memikirkan besok harus pakai baju apalagi. Pulang ke rumah hanya untuk mandi dan tidur. Namun, semuanya berubah. Terhitung mulai tanggal 16 Maret 2020 hingga detik ini yakni 14 Mei 2020, maka fix sudah 2 bulan pandemic Covid-19 melanda Indonesia dan secara beruntun menggagalkan semua aktivitas keramaian seperti event-event pemerintah dan perusahaan, wedding, hingga aktivitas di pusat perbelanjaan seperti mall.

Dalam sekejap, dunia event runtuh. Bagaimana tidak? Dunia event adalah dunia keramaian. Semakin ramai, semakin meriah, semakin bagus. Namun justru sebaliknya ketika terjadi pandemic virus yang menggegerkan ini melanda negara-negara diseluruh dunia. Aktivitas keramaian justru menjadi hal terlarang dan dapat dikenakan sanksi hukum. Tak ada yang dapat kami lakukan selain pasrah pada event-event yang dibatalkan atau ditunda tanpa kepastian apa-apa.

Tahun 2020

Mungkin sebelumnya tahun 2020 diharapkan banyak memberikan kesempatan dan peluang baru. Namun apa daya, semuanya harus terhempas begitu saja ketika kebijakan PSBB dilakukan. Dalam sekejap, ekonomi melambat. Banyak berita tentang PHK dan usaha yang tutup berseliweran. Aku? Huft, ya sudah pasti tak lagi menghasilkan uang selama 2 bulan ini dari dunia MC. Namun aku sangat bersyukur. Aku masih punya pegangan dana darurat yang Insya Allah cukup meski harus bertahan hingga akhir tahun. Allah juga masih memberikan aku dan Olan rezeki pendapatan melalui endorse dengan jumlah besar dari brand ojek online dan obat batuk. Aku dan Olan pun sering sekali menerima endorse makanan dari teman-teman yang punya usaha makanan.

Satu Bulan PSBB

Sebulan pertama kami #dirumahaja , kami masih merasa biasa-biasa saja. Kami masih menikmati santai-santai di kamar sembari menikmati film favorit dengan ditemani sekantong keripik kentang. Kami masih menikmati proses renovasi rumah dan sesekali menikmati sore di depan halaman rumah. Aku pun masih menikmati berselancar di dunia maya dan social media. Membuat resep-resep baru yang aku lihat di internet dan menyempatkan waktu membuat beberapa kerajinan tangan hingga mata mulai mengantuk. Begitulah seterusnya hingga aku mulai memasuki fase BOSAN dan JENUH.

Mulai Bosan

Bulan kedua dari pelaksanaan PSBB sudah mulai menampakkan gejala gangguan psikologis. Aku mulai merasa bosan. Malas melihat chat WA, Instagram dan social media lainnya. Aku juga malas menerima endorsan, malas membalas chat, malas menerima telpon, malas bangun tidur, malas bergerak, malas masak, dan serba malas lainnya. Jam tidur kami telah berubah. Malam, mata terang benderang. Siang, tertidur lelap. Sungguh sangat tidak enak. Ketika aku kebanyakan tidur, dada aku mulai terasa sesak dan kepala pusing. Mau nonton film, tapi udah gak tau lagi mau nonton film apa. Nonton TV, tapi males denger berita covid-19 melulu, apalagi nonton sinetron. Aku merasa ini adalah masa kelam dari pelaksanaan PSBB yang aku jalani. Aku merasa sangat tidak produktif, membuang-buang waktu, dan tak bisa berbuat apa-apa.

Nonton Film

Aku merasa sendu. Dan pada saat itu, entah pikiran darimana, tiba-tiba terbersit dibenakku untuk menonton kembali film fantasi legendaris Harry Potter. Dulu aku adalah penggemar film ini sampai film ke 3. Film-film selanjutnya aku belum pernah menontonnya, sehingga inilah mungkin saatnya. Delapan film yang masing-masing filmnya berdurasi lebih dari 2 jam akhirnya tuntas dalam waktu 2 hari. Untuk beberapa saat aku cukup teralihkan dari dunia nyata ke dunia fantasi yang luar biasa. Aku merasa seperti kembali ke masa kecil diumur 12 tahun saat membeli 2 VCD bajakan di salah satu toko kaset di Batam ketika aku libur sekolah. Bahagia sekali rasanya waktu itu.

Setelah 2 hari melewati suasana petualangan Harry Potter dan kawan-kawan melawan Lord Voldemort dengan latar belakangan sekolah Hogwarts yang begitu megah, aku kembali menemukan secercah cahaya. Aku kembali menemukan kembali semangat untuk melakukan apa saja yang sempat tertunda selama ini. Aku mulai kembali untuk melanjutkan apa yang telah aku rencanakan namun belum pernah terealisasi. Aku memang punya kebiasaan selalu menulis apa saja impian yang ingin aku capai. Dan ketika melihat kembali impian-impian itu, semangatku menjadi kembali menyala-nyala setelah sebelumnya sempat redup.

 

Kembali menulis artikel di website ini adalah salah satunya. Terima kasih sudah membaca ya teman-teman. Jika kalian punya pengalaman tersendiri saat menjalani masa PSBB #dirumahaja, kalian bisa berbagi cerita di kolom komentar. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *