Tourism,  Uncategorized

Trip To Bali : Bikin Itinerary Sendiri

Nah, kalo di artikel sebelumnya aku udah bercerita tentang beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk berwisata ke Maldives atau Bali, kali ini aku bakal cerita apa saja persiapan yang aku dan Olan lakukan kurang dari seminggu sebelum keberangkatan.

Jujur saja kami baru memutuskan untuk berlibur ke Bali sekitar tanggal 31 Desember 2019 untuk keberangkatan tanggal 5 Januari 2020 sampai 9 Januari 2020.  Sebenernya, kami ingin lebih lama lagi liburannya, namun karena Olan ada jadwal manggung tanggal 10 Januari, jadi kami sudah harus ada di Pekanbaru tanggal 9 Januari malam (maklum habis liburan harus cari duit lagi).

Alhasil persiapan kurang dari seminggu membuat kami harus bergerak cepat. Untung semuanya sudah serba praktis dan ada dalam satu genggaman, yakni smartphone. Apa saja yang perlu digunakan untuk menyusun rencana perjalanan kita?

Ini dia :

  1. Aplikasi booking tiket pesawat dan hotel.

Kebetulan aku menggunakan aplikasi Traveloka (bukan endorse yaaaaaaahh) untuk melakukan pemesanan tiket pesawat, kamar hotel dan resort, hingga tiket pertunjukan Tari Kecak. Traveloka thankyou so much! It’s really help me dari sejak 2014. Dulu waktu masih bertugas sebagai Putri Pariwisata, sering banget bolak-balik Pku-Jakarta pake aplikasi ini. Dan sekarang makin banyak banget fitur terbaru yang memudahkan penggunanya. Aku bahas satu per satu ya…

Pertama

Untuk pemesanan tiket pesawat lebih mudah dan praktis, plus kita bisa langsung check in online tanpa takut telat check in di bandara. Bisa langsung pilih kursi yang kita inginkan dan bisa pilih mau pake bagasi atau tidak. Praktis banget kan ya? Semuanya ada dalam satu genggaman. Penerbangan Pku-Bali tidak ada yang direct flight atau penerbangan langsung. Mesti transit dulu. Dan akhirnya kami memilih penerbangan paling pagi yakni pukul 6.30 WIB dengan transit di Surabaya dan sampai di Bali sekitar jam 13.05 WITA.

Kedua

Semua pemesanan kamar hotel dan resort juga dilakukan di aplikasi ini. Aku dan Olan punya banyak kesempatan untuk mencari referensi dan perbandingan antara satu hotel dengan hotel lainnya. Mulai dari perbandingan harga, fasilitas, jarak tempuh, dan kenyamanan kamarnya itu sendiri. Namun hati-hati pada saat melakukan pemesanan, pastikan bahwa tanggal menginap sudah benar. Karena kami sempat salah memasukkan tanggal pemesanan kamar, untung orang hotelnya baik banget. Nanti aku ceritain yaaaa… hehehehe..

Ketiga

Adalah fitur pemesanan tiket masuk wisata/ atraksi wisata. Ini adalah fitur yang baru pertama kali aku coba. Aku mau beli tiket nonton Tari Kecak yang harus dipesan minimal satu hari sebelum pertunjukan. Dan kabarnya  pertunjukan Tari Kecak ini sangat ramai pengunjung. Jika kita membeli di tempat pada hari H, maka kita harus extra sabar dengan antrian yang panjang banget bisa sampai 600an orang. Uughhh… and once again, thankyou so much Traveloka! Disaat ratusan orang ngantri panjangggggg banget, aku melenggang kangkung ke penjaga tiket dengan hanya menunjukkan layar HP dan langsung diberikan 2 tiket masuk dan 2 lembar panduan cerita Tari Kecak itu. Jadi, aku dan Olan gak perlu nunggu lama dan bisa masuk arena pertunjukan dengan santai dan memilih langsung tempat duduk paling strategis dengan view paling tengah, bisa melihat pertunjukan dengan jelas serta pemandangan sunset yang begitu mengagumkan. Rasanya begitu sempurna. Uughhhh….

 

  1. Aplikasi Google Maps

Memang tak ada yang lain yang memandu kami selain Google Maps! Semua hotel dan destinasi wisata yang kami tuju menggunakan Google Maps. Bukan hanya sebagai peta, tapi dari Google Maps, kami bisa mengukur jarak tempuh dan waktu perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap itinerary atau jadwal kegiatan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tidak terkesan bolak-balik dengan perjalanan jauh.

 

  1. Menyusun Itinerary

Biasanya yang setiap agen wisata selalu menyiapkan “itinerary” atau jadwal kegiatan. Nah, walaupun kita bukan agen perjalanan wisata professional, namun tak ada salahnya kita mencoba membuat itinenary simple untuk panduan kita selama berwisata. Hal ini dilakukan supaya kita lebih jelas dan tidak bingung selama di Bali. Itinerary menjadi panduan kita, mau ngapain dan kemana saja hari itu.

Itinerary yang kami bikin memang memasukkan semua unsur wisata di Bali, mulai dari wisata budaya berupa Pura Uluwatu, Tanah Lot, dan pertunjukan Tari Kecak. Untuk wisata pantai, sudah pasti Pantai Kuta sebagai ikon Bali. Untuk wisata alam, kami memilih menikmati resort di Ubud yakni Aksari Resort Ubud. Dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, banyak pula bermunculan kafe-kafe hits bernuansa luar negeri yang instagrammable. Kami pun ingin merasakan ‘ambience’ nya, so, kami memasukkan wisata western café sebagai salah satu tujuan destinasi diantaranya yang lagi hits yaitu Cafe del Mar dan La Plancha Kuta.La Plancha Cafe

Nah, yang mesti diingat dalam menyusun itenerary adalah perkiraan waktu tempuh dari hotel ke tempat wisata dan dari hotel satu ke hotel berikutnya. Contohnya, aku dan Olan merencanakan akan mengunjungi daerah Uluwatu, Ubud, Kuta, dan Cangggu. Maka harus diatur sedemikian rupa agar perjalanan tidak bolak-balik dan menjadi efisien. Jadi disini peran Google Maps sangat penting sekali untuk menentukan lokasi hari pertama, kedua, dan seterusnya. Misalnya hari pertama ingin mengeksplor Uluwatu, maka kita cari hotel di Uluwatu dengan jarak hotel ke tempat wisata tujuan tidak terlalu jauh. Kemudian karena hari kedua akan pindah hotel lagi di daerah Kuta, hari ketiga pindah ke daerah canggu, dan hari terakhir ke Ubud.

Pastikan temen-temen juga tahu mau mengunjungi apa disana. Karena sekarang tersedia banyak sekali informasi-informasi yang kita dapatkan di internet sebagai bahan referensi. Ini juga berpengaruh sama barang bawaan kita, pakaian, aksesoris pendukung, dll. Misalkan teman-teman lebih banyak mengunjungi pantai, maka kemungkinan besar pakaian yang dibawa adalah yang nyaman dan memang untuk dibasahi air laut…hehehe…

Vivien Olan di Kuta Bali

Selebihnya, kami menikmati suasana Bali sepanjang perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Meski panas banget, tapi ya dinikmati saja sembari mengagumi pura-pura kecil disetiap rumah dengan ditemani rimbunnya pohon bunga Kamboja kuning yang cantik.

Itu aja sih sebenernya persiapan yang dilakukan. Karena persiapan yang lebih penting lagi adalah DUITNYA. Hikssss……. Sematang apapun rencana kita, ujung-ujungnya bakal ambyarrrrr juga kalo gak ada duitnya…hehehe…

Nah, jangan lupa baca juga artikel Edisi Liburan Ke Bali ala Vivien Olan disini ya…

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *